October 4, 2016

Rahasia Baterai Laptop Awet dan Tahan Lama Yang Wajib Anda Ketahui

Rahasia Baterai Laptop Awet dan Tahan Lama – Anda yang setiap hari menggunakan laptop untuk menunjang aktivitas Anda, pasti pernah bahkan sering berada pada kondisi, tiba – tiba muncul bunyi alert tanda baterai akan habis. Anda pasti akan segera mencari charger laptop dan menyimpan data yang belum sempat di save. Jika baterai Anda hanya kehabisan daya karena di pakai saja tentu tidak masalah, namun bagaimana jika baterai laptop Anda benar – benar tidak dapat lagi di charger? Tentu ini merupakan masalah lagi. Namun untuk mengantisipasi hal ini terjadi, sebaiknya tentukan dulu jenis baterainya agar kita dapat merawat dan mengoptimalkan ketahanan daya baterai.
Berikut ini merupakan jenis baterai, bahan dasarnya dan cara merawatnya agar dapat bertahan lebih lama dalam pemakaiannya jangka panjang.


JENIS BATERAI

1. NiCd (Nickel-Cadmium)

Nickel-Cadmium terdiri dari tiga lapisan yaitu : elektroda positif ( nikel- hidroksida ), elektroda negatif ( kadmium ) dan separator berisi elektrolit Kalium – Hidroksida. Kelebihan NiCd dibandingkan yang lain adalah kemampuan menangani beban tinggi dan tahan dingin hingga -15⁰. 
Proses pengisian baterai lebih cepat 5× dibandingkan dengan NiMH dan 20× lebih cepat dari Lithium. Kelemahannya adalah kapasitasnya yang rendah dan dapat mengosongkan diri (self discharging) hingga 22% dalam 24 jam dan adanya memory effect. Trik untuk menghindarinya adalah ketika batrai akan habis, jangan langsung diisi tetapi tunggu sampai benar – benar kosong.

2. NiMH (Nickel-Metal-Hydrid)

Konstruksinya sama dengan NiCd, tetapi bahan bakunya lebih ramah lingkungan. Elektroda positif terbuat dari Nikel-Hidroksida, Elektroda negatif terbuat dari campuran logam menyimpan hidrogen untuk menggantikan kadmium yang beracun. Separatornya berisi elektolit Kalium Hidroksida. Self discharging-nya 6-16% dalam 24 jam. Teknik pengisian yang salah sering kali membuat baterai tidak mau bekerja atau lazy-batteray. Walaupun sudah terisi penuh, tetapi menyatakan diri sudah habis.

3. Lithium-Ion (li-Ion)

Baterai ini menyingkirkan dominasi NiCd dan NiMH pada perangkat mobile. Bahan Nikel ddi ganti dengan  Lithiium. Elektroda Positif terbuat dari Lithium-Kobalt-Oksida. Elektroda Negatif berisi ion-ion Lithium. Elektrolit baterai ini bersifat agresif, jika bocor akan menyebabkan karat dan iritasi kulit. 

Maka dari itu selalu di bungkus logam yang stabil yang stabil dilengkapi  sensor pencegah kepanasan dan overcharging. Kelebihan dengan ukuran yang sama, Li-om menyimpan energi 3 x lebih banyak dari NiCd, konon tidak ada memory effect maupun Lazy-batteray. Self discharging-nya 10 % dalam 24 jam. Kekurangannya adalah biaya produksinya yang lebih tinggi 50 %. Seringkali produsen menyembunyikan tanggal  pembuatannya untuk menyamarkan proses berakhirnya baterai Li-on , karena Lithium  sangat reaktif, bahan kimia didalam baterai akan terurai  sendiri dalam kurun waktu 2 tahun. Sehingga di pastikan kapasitasnya akan berkurang.

4. Li-Polymer 

Baterai ini menggunakan elektrolit padat, tidak ada resiko kebocoran sehingga tidak memerlukan casing logam stabil. Kertas alumanium berlapis logam sudah cukup. Elektrolit padat sekaligus berfungsi  sebagai separator. Elektroda positif terbuat dari Lithium-kobalt-Oksida dan Lithium-Nikel—Kobalt –Oksida. Elektroda negatif terbuat dari senyawa gravit.

Li-Polymer dapat di buat sangat tipis dengan segala macam desain, sehingga sangat cocok dengan ponsel kecil. Digicam mini, PDA dan berbagai perangkat mini. Kelebihannya yang lain adalah denga bobot lebih ringan 10-15% dengan energi yang lebih besar 10-12%.

TIPS MERAWAT BATERAI

Berikut ini merupakan tips merawat baterai agar lebih awet dalam penggunaannya :

  1. Minimalkan penggunaan apliksi game, grafik, nonton film atau aplikasi yang menyedot memori besar.
  2. Atur alarm pada setting power option dalam dua setting seperti low-battery-alarm dan critical-battery-alarm.
  3. Atur tingkat kecerahan layar untuk menghemat daya baterai, karena semakin terang tampilan layar maka akan menyedot daya baterai yang tinggi.
  4. Jika baterai ingin di simpan tersendiri, usahakan masih tersisa daya minimal 40%.
  5. Jangan menjalankan banyak program secara bersamaan karena ini akan mempercepat habisnya baterai
  6. Untuk laptop baru, isilah baterai sampai 100% kemudian gunakan sampai habis. Ulangi sampai 2 hingga 4 kali agar kapasitas baterai bisa maksimal.
  7. Baterai yang sengaja didiamkan akan melakukan pengosongan sendiri, maka jangan lupa untuk dilaitih seperti halnya baterai baru.
  8. Gunakan fitur standby pada saat perangkat istirahat.

Itulah beberapa jenis baterai dan tips merawat baterai agar lebih awet penggunaanya. Semoga bermanfaat.

Sumber : PPK